Cara Memilih Angle Yang Menarik
Dari
arah manakah obyek perlu difoto untuk menyampaikan apa yang saya ingin
sampaikan?
Bayangkan Anda melihat
seorang tunawisma sedang tidur di trotoar. Anda punya pilihan untuk mengambil
fotonya tegak lurus dari samping (sehingga badannya melintasi frame), atau dari
arah kepala ke kaki, atau dari arah kaki ke kepala; begitu juga Anda bisa
memotret dari atas ke bawah, atau sejajar (mungkin perlu jongkok?). Mana yang
lebih bisa menyampaikan apa yang ingin Anda sampaikan (rasa kasihan, rasa
kagum, atau sekedar snapshot kehidupan?).
Ada beberapa “aturan” yang bisa diikuti tentang pengambilan
angle; misalnya, angle dari atas ke bawah biasanya menggambarkan XXX, atau
angle dari bawah ke atas akan memberikan kesan YYY, tapi menurut saya ini hal
yang tidak begitu penting untuk dihafalkan. Lebih baik kita mencoba sendiri dan
melihat hasilnya. Saya lebih suka tidak mengurung kreatifitas Anda dengan
mengajari bahwa angle begini akan menghasilkan kesan begitu. Siapa tahu Anda bisa
menemukan penggunaan angle yang menimbulkan efek yang berbeda dari yang selama
ini dipakai :)
Apa
yang sebaiknya digunakan sebagai background atau foreground?
Pilihan angle mempengaruhi
apa yang masuk dalam frame, bahkan jika hanya sebagai background yang tidak
focus sekalipun. Dalam kasus tunawisma di atas, jika Anda mengambil angle tegak
lurus, maka mungkin yang masuk dalam frame Anda hanyalah tunawisma tersebut dan
sepotong trotoar dan tembok. Jika Anda mengambil angle lebih miring, maka
mungkin sebagian dari pemandangan jalanan akan terekam juga dalam frame Anda.
Background/foreground
apa yang memperkuat foto?
Apakah pemandangan jalanan
tersebut akan membantu memperkuat foto Anda? Ini kembali tergantung pada apa
yang ingin Anda sampaikan. Apakah Anda lebih suka jika fotonya simpel dan hanya
berisi sang tunawisma, trotoar dan tembok saja? Terserah Anda :)
Apakah
obyek cukup kontras dengan background?
Foto cenderung menjadi
lebih kuat jika obyek bisa teridentifikasi dengan jelas; antara lain dengan
membuat kontras yang cukup tinggi antara obyek dengan background.
Di contoh foto burung di
atas, misalnya, si burung mempunyai kontras tinggi di sebagian besar tempat.
Kontras cukup rendah di bagian “dagu”, misalnya, (kepala bagian bawah, di
pangkal paruh), di mana burung yang putih bertemu dengan background yang putih
juga. Sedangkan di bagian badan, kontras cukup tinggi dengan bulu berwarna
putih dan background hitam.
Hal ini lebih mudah untuk
dipraktekkan di foto berwarna, karena jumlah warna yang sangat banyak,
memungkinkan obyek lebih terpisah dari background; jika foto hitam putih besar
kemungkinan Anda mendapatkan obyek abu-abu berbaur dengan background yang
abu-abu juga….

Komentar
Posting Komentar