Cara Menangkap Mata Yang Indah Dalam Portrait
Ada Tiga hal yang
penting untuk mendapatkan mata yang indah dalam portrait adalah:
- Cahaya
- Fokus
- Post-processing yang tepat
Cahaya
- Saat kita baru mulai belajar fotografi, kadang
mencari cahaya yang tepat bisa jadi menyulitkan. Banyak hal yang lebih
menyita perhatian seperti background, pose, pengaturan kamera, dan fokus.
Padahal, cahaya adalah kunci dari fotografi – yang berarti juga adalah hal
yang paling penting.
- Bila memungkinkan, memotretlah di pagi atau sore
hari ketika matahari rendah di langit (ingat golden hour). Jika matahari
tepat di atas kepala, kamu akan mendapat bayangan yang dalam dan akibatnya
akan muncul kantung di bawah mata. Ini bukan jenis cahaya yang
menguntungkan.
- Kalau kamu memotret teman, keluarga, atau
anak-anak, carilah hari dimana ada awan tipis di langit. Awan ini bisa
bekerja seperti soft box untuk lampu studio; melembutkan dan menyebarkan
cahaya. Tapi kombinasi matahari terik dan mendung tebal akan kurang ideal
bila dibandingkan dengan awan yang tipis.
- Carilah tempat yang teduh. Di hari yang sangat
terang, tempat teduh bisa ada di dekat bangunan, rumah, pohon, atau tempat
lain. Tempatkan model di ujung tempat teduh dimana wajahnya tersinari
dengan baik tapi tidak keras.
- Perhatikan mata objekmu. Minta mereka untuk
berputar pelan-pelan dan perhatikan titik dimana cahaya masuk ke mata
mereka. Disitulah pose yang paling tepat.
- Mintalah objek untuk memiringkan kepala, ke atas
atau ke bawah. Sedikit perbedaan bisa memberi efek yang besar.
- Cahaya dari jendela adalah jenis pencahayaan yang
sangat kuat. Bila kamu memotret di dalam ruangan, selama ada banyak cahaya
di luar, mintalah objek berdiri di dekat jendela dan perhatikan cahayanya.
Fokus
- Mendapatkan sepasang mata yang benar-benar tampak
tajam adalah kunci untuk banyak fotografer agar portraitnya bisa menonjol.
- Banyak fotografer portrait yang suka menggunakan
bukaan aperture besar. Ini akan menghasilkan bokeh dan background yang
cantik berikut juga membuat kulit tampak lebih lembut. Ada fotografer yang
bisa mendapatkan mata yang fokus pada angka f/1.2 atau f/1.4 tapi ada juga
yang tidak. Kalau kamu melihat mata objek tidak fokus atau bahkan tampak
lembut, periksa aperturenya. Kalau terbuka lebar, cobalah stop down,
mungkin ke f/2.2 atau bahkan f/4. Semakin besar angkanya, semakin fokus
hasilnya. Mungkin kamu tidak akan mendapatkan blur yang artistik, tapi
mata akan tampak tajam.
- Cara yang bisa kamu coba kalau kesulitan mendapat
fokus di bagian mata adalah, coba bagian yang lebih mudah difokuskan –
tekan tombol shutter setengah untuk mengunci fokus, lalu pindahkan titik
fokus tadi ke bagian mata. Voila!
- Untuk objek yang tidak bergerak, teori shutter
speednya adalah 2x panjang lensa. Misalnya, kalau kamu memotret dengan
lensa 50mm, maka shutter speednya sebaiknya lebih cepat dari 1/100 detik.
Kalau lensamu dilengkapi stabiliser, atau kalau tanganmu benar-benar
stabil, teori ini mungkin bisa diabaikan dan kamu bisa coba shutter speed
yang lebih lambat.
Post-processing
Kebanyakan foto digital butuh
dipertajam untuk mengatasi efek anti-aliasing dari lensa. Demikian juga dengan portrait. Dibutuhkan sedikit
sentuhan editor untuk mengangkat sepasang mata, tapi ingat – jangan lakukan
berlebih.- Pertimbangkan apakah kamu butuh menajamkan
seluruh bagian portrait atau hanya beberapa bagian saja – gunakan layer
mask lalu brush pada bagian yang ingin ditajamkan.
- Jangan gunakan filter Sharpen berlebihan atau
memutihkan bagian mata secara tidak wajar.

Komentar
Posting Komentar