Keunggulan Lensa Kit
1. Memiliki 4 Panjang Focal
Klasik Dalam 1 Lensa
Meski
tampangnya culun, sebuah lensa kit memiliki 4 panjang
focal klasik, dengan
kata lain sebuah lensa kit bisa menggantikan empat lensa prime/fixed sekaligus.
Empat panjang focal klasik tadi adalah: 28mm (wide-angle), 35mm (medium wide),
50mm (normal) dan 85mm (portrait).
Angka focal
length di atas adalah
angka untuk kamera full frame, panjang focal ekuivalen untuk kamera APSC adalah
masing-masing: 18mm, 23mm, 35mm dan 56mm.
Dan
saat ini mayoritas lensa kit untuk kamera APSC yang dijual memiliki rentang
18–55mm. Pilihan lain adalah lensa kit dengan rentang dari lebar sampai
mendekati medium tele: 18–105mm atau 18–135mm. Demikian juga saat anda membeli
kamera full frame, lensa kit yang paling sering di tawarkan adalah 24–105mm.
Memang
lensa kit tidak akan menawarkan bukaan yang dahsyat, paling besar di angka
f/3.5, namun setidaknya anda memperoleh fungsi dasar empat lensa (atau lebih)
dalam satu lensa kit.
2. Kecil Dan Ringan
Lensa
kit yang paling sering di jual satu paket dengan kamera APSC adalah lensa
18–55mm. Lensa ini memang tampak polos, namun perlu diingat bahwa dia juga
sangat enteng dan mungil.
Sebagai
contoh, lensa kit Canon 18–55 f/3.5–5.6 IS STM hanya berbobot 200 gram dan
panjang maksimal hanya 6 cm.
Sementara
lensa sejenis dengan spesifikasi semi pro, Canon 17–55mm f/2.8 IS USM berbobot
650 gram dan panjang maksimal 11 cm. Hampir 2 kali lebih panjang dan 3 kali
lebih berat.
Sama
juga untuk Nikon. Lensa kit Nikon 18–55mm f/3.5–5.6 memiliki bobot 195 gram dan
panjang maksimal 6cm. Bandingkan dengan Nikon 17–55mm f/2.8G DX yang bobotnya
755 gram dan panjang maksimal 11cm.
3. Filter Lebih Murah
Filter
lensa masih tetap berguna, meski kita hidup di era digital. Dan untuk filter
berlaku hukum ini: makin besar diameter filter harganya semakin mahal.
Lensa
kit dasar seperti yang kita sebut di atas memiliki ukuran fisik yang kecil,
otomatis membutuhkan ukuran filter yang lebih kecil pula.
Filter
Kenko Pro–1 CPL (circular polarizer) yang berguna untuk
memangkas refleksi saat kita memotret permukaan mengkilap (air, kaca dll) yang
berukuran 77mm (lensa pro) harganya bisa diatas Rp. 1 Juta. Bandingkan dengan
filter yang sama untuk lensa kit (diameter 58mm), harganya tidak sampai Rp. 700
ribu.
4. Memiliki Minimum Focusing
Distance yang bagus
Minimum
Focusing Disctance adalah ukuran
kemampuan lensa memotret objek yang jaraknya dekat. Kita memang tidak berharap
bisa menyamai kemampuan lensa makro, namun lensa kit secara mengejutkan
memiliki MFD lebih bagus dibandingkan dengan lensa yang lebih mahal.
Kedua
lensa di atas (18–55mm f/3.5–5.6 baik milik Canon maupun Nikon) memiliki
kemampuan fokus jarak dekat yang lebih baik dibandingkan lensa 17–55mm f/2.8
yang jauh lebih mahal.
5. Hanya Membeli Yang Kita
Butuhkan
Ada
sebuah ungkapan yang sangat berarti dalam fotografi (dan juga bidang lain):
saat kita bingung harus membeli apa, berarti kita tidak/belum butuh. Saat anda
sudah menggunakan lensa kit dalam jangka waktu yang cukup, anda akan cukup tahu
seluk beluk fotografi. Anda juga makin tahu selera pribadi dalam fotografi.
Saat
anda tahu bahwa selera dan passion anda adalah foto pemandangan dan anda
sudah “tumbuh” melebihi kemampuan lensa kit tadi, belilah lensa khusus
pemandangan: 10–22mm atau 12–24mm.
6. Murah Belum tentu Jelek
Kalau
anda belajar ekonomi di sekolah, sedikit banyak tahulah dengan economies
of scale. Nah, lensa kit bisa dijual sangat murah karena produsen
memproduksi lensa kit dalam jumlah yang sangat banyak sehingga biaya produksi
yang bisa ditekan dan akibatnya ongkos pembuatan-nya murah.
Anda
juga tahu kenapa lensa Canon 600mm f/4 L bisa dijual dengan harga Rp. 135 Juta?
selain membutuhkan material yang lebih banyak dan lebih baik, juga karena lensa
ini dibuat dalam jumlah yang sangat sedikit sehingga ongkos produksinya besar.
7. Penghematan Bisa Dipakai
Membeli Yang Lain
Semua
toko menjual lensa kit dengan harga yang sangat murah saat kita membelinya
bersama kamera.

Komentar
Posting Komentar