Memahami Depth of Field

Saat
melakukan aktifitas fotografi tentu Sobat tidak bisa lepas dari Depth of Field. Kali ini
InFotografi akan mencoba mengulas beberapa cara bagaimana kita bisa mengontrol
Depth of Field (ruang tajam). Cara – cara tersebut antara lain :
o Aperture
o Focal
Length
o Jarak
antara Camera dengan Subyek
Aperture
Aperture merupakan satu hal utama yang mempengaruhi Depth of Field dalam
foto Kalian. Aperture adalah ukuran “bukaan” pada lensa. Pada umumnya ketika
menggunakan aperture yang lebar atau bilangan f/stop kecil (contoh: F2.8), maka
foto kalian memiliki area fokus yang sedikit (depth of Field tipis). Sebaliknya, jika Sobat menggunakan aperture kecil atau
bilangan f/stop besar (contoh f22), maka hasil foto kalian akan memiliki area
fokus yang luas.
Focal
Length
Focal Length adalah
faktor lain yang mampu mempengaruhi Depth of Field dari foto – foto
kalian. Semakin panjang focal length (contoh: lensa yang di zoom s.d 100mm),
maka semakin sedikit area foto yang akan terfokus (Depth of Field tipis). Dan
juga sebaliknya, jika Sobat menggunakan focal length yang lebih lebar (contoh
24mm), foto kalian akan memiliki lebih banyak area yang terfokus. mudah
dimengerti bukan?
Jarak
Antara Camera Dengan Subyek Foto
Jarak antara Subyek foto
dengan kamera juga akan mempengaruhi Depth of Field foto Sobat InFotografi.
Pada umumnya, semakin dekat kamera dengan subyek, maka Foto kalian akan
memiliki sedikit area fokus (Depth of Field tipis). Cobalah untuk mundur
atau menjauh dari subyek maka foto kalian akan memiliki lebih banyak area
terfokus.
Tidak ada aturan baku dalam
suatu bidang fotografi dalam menentukan besaran Depth of Field (DoF) yang akan
kalian gunakan dalam foto kalian. Terserah Sobat di sisi fotografer. Foto
seperti apa yang kalian cari? Komposisi seperti apa yang ingin kalian dapatkan.
Sobat hanya perlu memperhatikan bahwa Depth of Field yang berbeda akan
menyampaikan hal yang berbeda pula bagi penikmat foto kalian.
Komentar
Posting Komentar