Kesalahan dalam fotografi still life (benda mati)
1. Pencahayaan yang tidak
tepat
Kelebihan
cahaya natural adalah mammpu menampilkan objek dalam keadaan senatural mungkin.
Banyak fotografer berpendapat bahwa jenis cahaya natural adalah yang terbaik
karena mampu menguatkan warna, menangkap detail dan tekstur. Kesalahan paling
umum dalam fotografi still life adalah sepenuhnya menggunakan cahaya
artificial/buatan untuk menerangi subjek. Jenis cahaya ini akan membuat benda
mati nampak boring, serta kesan natural/alami tidak akan muncul. Solusinya
adalah menggunakan cahaya alami sebagai main light. Kita bisa memanfaatken
jendela sebagai tempat masuknya cahaya dan cahaya dari samping akan sempurna
mengenai objek. Penambahan alat bantu seperti reflektor tentu sangat bermanfaat
untuk mengatur shadow sehingga pencahayaan bisa lebih maksimal. Boleh boleh
saja menggunakan cahaya buatan namun temperatur akan cukup berbeda sehingga
kita perlu menggunakan file RAW untuk adjusment yang lebih mudah.
2. Background yang kacau
quote
“simple is powerfull” memang benar adanya. Kesederhanaan adalah sesuatu yang
memiliki kekuatan besar. Begitu pula dengan background, kita perlu mendapatkan
yang lebih sederhana agar subjek mampu tampil cemerlang tanpa gangguan
background yang tidak berhubungan. Boleh saja menggunakan background bermotif,
namun tentunya sesuai dengan tema seperti makanan, piring, sendok, taplak,
bunga serta apapun yang berhubungan, namun selalu ingat untuk menonjolkan
subjek utama lebih dari lainnya. Solusinya adalah sederhanakan benda benda dan
susun komposisi yang lebih sederhana pada area background. Geser benda benda
yang tidak diperlukan, atau pergunakan blur/bukaan aperture lebar bila ingin
menampilkan bokeh. Hanya sertakan benda benda yang merupakan bagian dari cerita
yang ingin kita angkat. Gunakan pula warna warna plain pada background,
kain taplak berwarna putih mampu menyederhanakan background dan semakin
memperkuat objek.
3. Tidak menggunakan tripod
Saat
memotret indoor kemungkinan sedikit cahaya yang bisa digunakan, dan dalam kasus
shutter speed lambat tripod merupakan aksesori wajib yang harus digunakan.
Dengan tripod kita juga bisa menggunakan wireless remote untuk menghindari
getaran tangan sekalipun sangat kecil berpengaruh. Saat kita menggunakan teknik
focus stacking/penggabungan focus dari beberapa gambar, tripod mampu menjaga
kamera dari pergerakan sehingga antara gambar yang satu dan lainnya sama persis
tidak bergeser sedikitpun baik ke kanan atau kekiri.
4. Komposisi yang kurang
sesuai
Komposisi
dalam fotografi memerlukan pembahasan yang sangat lebar, namun beberapa hal
bisa kita aplikasikan dalam fotografi still life seperti rule of third serta
negative space. Bergeraklah ke kanan , kekiri atau keatas untuk mendapatkan
angle yang maksimal. Geser benda benda yang tidak diperlukan, serta atur elemen
untuk menghasilkan komposisi yang seimbang. Salah satu tujuan fotografi still
life adalah komersial, jadi cobalah hal lain yang lebih kreatif seperti
memindah tempat serta pencahayaan.
5. Pemilihan lensa
yang tidak tepat
Fotografi
still life bertujuan untuk menonjolkan objek, yang biasanya tunggal. Detail dan
warna perlu tampil maksimal dan objek dimaksud juga perlu dominan dibandingkan
dengan area lain di sekitarnya. LAlu bagaimana mewujudkan hal tersebut?
jawabnya menggunakan dept of field yang sempit. Hal ini bisa didapatkan dengan
bukaan aperture yang lebar serta penggunaan lensa tele. Bokeh yang dihasilkan
juga akan lebih maksimal dengan kedua elemen tersebut. Boleh boleh saja
menggunakan lensa wide, tergantung tujuan, misal ingin menajamkan semua area
diatas meja makaan atau memotret sekelompok mainan dll, satu hal yang pasti
adalah wijudkan keinginan kita dengan lensa yang sesuai.
6. Enggan belajar editing
Editing
merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam fotografi. Minimal kita menguasai
cara cara sederhana seperti cropping dan exposure adjusment, akan lebih
istimewa bila kita bisa masking, mahir menggunakan brush, dan memahami berbagai
macam filter. Kesalahan yang sering kita jumpai adalah menganggap editing
merupakan sesuatu yang tidak wajar/tidak alami, manipulatif dsb. Atau mungkin
merasa gaptek hingga tidak mau mempelajari ilmu baru karena sedemikian
banyaknya teknik editing.

Komentar
Posting Komentar