Langsung ke konten utama
Kondisi Yang Tepat Untuk Fokus Manual
Pada artikel ini, kita akan
mengulas tentang beberapa kondisi pemotretan dimana autofokus bukan pilihan
yang baik dan manual fokuslah yang maju menjadi juara.
1. Macro/Close-Up
Saat kamu melakukan fotografi macro/close-up, jarak lensa
dengan objek bisa jadi sangat dekat dan depth of field akan sangat dangkal.
Sekitar beberapa milimeter saja. Dengan sangat dekatnya objek, fokus akan
menjadi acak bila kamu menggunakan autofokus. Anggaplah kamu memotret serangga
dan ingin fokus pada bagian matanya, maka jika autofokus yang bertugas, belum
tentu fokus tertajamnya jatuh pada mata. Disinilah kamu harus ganti ke manual
fokus dan menggerakkan sendiri ring untuk mendapatkan bagian yang diinginkan.
Ada teknik olah digital yang bisa digunakan untuk trik ini juga, namanya stack
focus, tapi itu diluar pembahasan artikel ini.
2. Cahaya Rendah
Ini kondisi yang sangat umum
dimana autofokus tidak akan berfungsi dengan baik karena, tanpa cahaya yang
cukup, AF akan kesulitan mencari objek – kecuali kamu menggunakan lampu
AF-Assist yang lebih seringnya mengganggu. Pada beberapa jenis pencahayaan,
mata kamu akan lebih baik dalam melihat objek dibandingkan kamera. Ketika LCD
mengedipkan pesan “Subject is too dark”, mata kita sebenarnya masih bisa
mencari fokus dengan baik lewat viewfinder. Jadi kolaborasikan matamu dengan
manual fokus, dan kamu akan mendapatkan foto yang tajam pada objek yang kamu
inginkan.
3. Panning
Saya sudah pernah menulis tentang
teknik membuat foto panning dan
salah satu syaratnya adalah menggunakan manual fokus. Kenapa? Karena objek yang
akan difoto sudah pasti bergerak pada foto jenis ini. Autofokus akan kesulitan
mencari titik kunci saat kamu mengantisipasi tempat melintasnya objek juga saat
kamera mengikuti gerakannya.
4. Stitching
Ini adalah teknik menyatukan dua
atau lebih foto seperti pada panorama. Jika kamu akan “menjahit” beberapa foto
menjadi satu, hal terpenting yang harus kamu perhatikan adalah
keseragaman exposure pada semua foto yang disatukan. Untuk ini, tentu, fokusnya
harus sama. Kamu mungkin bisa menggunakan bukaan aperture kecil yang akan
memastikan fokus merata dari depan hingga ke latar belakang. Tapi, lebih baik
lagi kalau fokus terkunci untuk samasekali mencegah melesetnya titik fokus pada
objek. Cara terbaik adalah dengan menggunakan fokus manual, tentunya.
5. Infinity
Tidak semua lensa punya fasilitas
infinity, misalnya saja kit lens Nikon 18-55mm. Kalau kamu menggunakan lensa
jenis ini untuk mencoba memotret benda-benda yang jaraknya jauh seperti bulan,
bintang, kembang api, pesawat, dan sebagainya, autofokus akan sulit mencari
titik dan akhirnya lensa akan terus menggerakkan ring fokus dan membuat kamu
frustrasi. Untuk menghemat energi, segera pindahkan ke manual fokus kalau kamu
berencana memotret objek-objek semacam ini karena sudah pasti autofokus tidak
akan membantu.
6. Bokeh
Ini adalah kesukaan hampir semua
fotografer. Kadang-kadang bokeh sengaja
diambil mendominasi frame, dan untuk ini dibutuhkan kontrol untuk mendapat
gambar yang seluruhnya out-of-focus, dan untuk ini hanya bisa dilakukan dengan
fokus manual.
Komentar
Posting Komentar