Penyebab Foto Buram & Cara Mengatasinya (Part 2)
Setelah kita membahas dua penyebab foto buram pada artikel yang lalu,
yaitu fokus yang meleset dan objek bergerak ketika
shutter sedang terbuka, sekarang kita akan lihat dua penyebab foto buram
berikutnya juga bagaimana cara mengatasinya.
3.
Kamera Bergerak Ketika Shutter Sedang Terbuka
Ini adalah masalah yang sangat umum
dan akan menyebabkan seluruh bagian foto buram karena gerakan.
Jika fotomu diambil di malam hari,
atau di dalam ruangan dan seluruh bagian fotonya buram, maka itu artinya kamera
bergerak ketika shutter sedang terbuka.
Seperti penyebab sebelumnya, shutter
akan terbuka lebih lama jika tidak ada cukup cahaya di tempat pemotretan. Saat
shutter sedang terbuka, gerakan sekecil apapun dari kamera bisa menyebabkan
keseluruhan foto buram. Bahkan gerakan semacam melepaskan jari dari tombol
shutter atau bernafas.
Misalnya, pada contoh foto di atas,
semangkuk mi kocok yang tampak tidak fokus. Karena efek buramnya satu jenis
(uniform), maka bisa dipastikan kamera yang bergerak ketika shutter sedang
terbuka, bukan mangkuk mi-nya.
Ada dua cara untuk mengatasi masalah
kamera bergerak ini. Pertama, menaikkan kecepatan shutter speed seperti
yang sudah dijelaskan pada artikel sebelumnya. Kedua, memegang kamera dengan
lebih stabil selama shutter terbuka.
Bagaimana menstabilkan kamera jika
kamu tidak menggunakan tripod atau remote shutter release?
- Dekatkan kamera ke tubuh/wajahmu.
- Pegang dengan kedua tangan.
- Rapatkan kedua siku ke sisi tubuhmu.
- Tahan nafas.
- Cari penopang siku yang bisa membantumu untuk lebih
stabil.
4.
Depth Of Field Yang Terlalu Sempit
Depth of field adalah nama untuk efek kamera dimana objek terfokus
tapi backgroundnya tidak. Ini akan membuat objek menonjol kerena menjadi
satu-satunya hal yang bisa dilihat dengan jelas.
Dengan menggunakan preset Aperture Priority (A pada Nikon, Av pada Canon) atau
Macro pada kamera point-and-shoot, kamu bisa mengatur seberapa banyak bagian
dari foto yang ingin difokuskan dan berapa yang ingin out of focus. Misalnya,
untuk foto landscape, kamu akan menggunakan angka aperture besar untuk
mendapatkan foto yang seluruhnya tajam.
Jika depth of field terlalu dangkal,
dimana angka aperturenya kecil, tidak seluruh bagian
objek akan terfokus. Misalnya pada foto diatas, tampak butir-butir nasi keluar
dari fokus dan bagian yang tajam malahan lauk pendampingnya, padahal saya ingin
bagian pepes nasinya yang kelihatan tajam. Ini karena bukaan aperture yang
sangat lebar sehingga sedikit saja perbedaan jarak bisa membuat objek jadi
tidak fokus.u mengkomposisi
ulang sebelum menekan tombol shutter sepenuhnya.

Komentar
Posting Komentar