Perbandingan Lensa Zoom vs Prime

sebelum
terlalu jauh, bagi anda yang belum tahu apa itu lensa zoom, lensa zoom adalah
lensa yang memiliki focal length variabel. Jadi kalau anda memiliki lensa kit 18-55mm, itu
adalah lensa zoom. Begitu juga lensa 70-200mm adalah lensa zoom. Oke kita coba
bedah lebih jauh lensa zoom vs prime.
Kenapa Kebanyakan Orang
Memakai lensa Zoom?
Lensa zoom
mulai menjadi sangat populer karena dengan perkembangan teknologi, kualitas
optik dan material lensa zoom mulai bisa mendekati kualitas lensa prime. Hal
ini berbeda dibanding misalnya di tahun 80-an dimana hampir semua fotografer
pro hanya membeli lensa prime karena kualitas lensa zoom masih sangat jauh
tertinggal. Saat ini, hampir tiga perempat lensa yang dibeli oleh fotografer
(pro maupun amatir) adalah lensa zoom. Ini juga didorong oleh fakta bahwa
sebagian besar orang yang baru pertama kali membeli kamera, memilih jenis paket
kit dimana kamera dijual dengan lensa zoom dalam satu paket sehingga lebih
hemat.
Beberapa Keuntungan Lensa
Zoom Dibanding Lensa Prime
1.
Fleksibel, keuntungan
terbesar lensa zoom adalah kita cukup membeli satu lensa dan bisa menjangkau
beberapa titik focal length penting. Katakanlah anda memiliki lensa 18-55mm
untuk kamera berformat APSC (crop), maka anda bisa menggunakan lensa tersebut
untuk foto lanskap di focal length 18mm atau foto portrait di focal length
55mm. Fleksibilitas inilah alasan diciptakannya lensa zoom.
2. Lebih
Murah Saat Memulai,
kalau anda memiliki lensa 18-55mm untuk kamera APSC (crop), maka anda serasa
memiliki 3 lensa prime sekaligus: lensa lebar disisi 18mm, lensa standar disisi
30mm serta sekaligus lensa tele pendek disisi 55mm. Lensa kit dengan focal
length 18-55mm memang banyak kelemahannya dan tidak bisa dibandingkan
kualitasnya dengan masing-masing lensa prime di ketiga focal length tersebut.
Namun bagi mereka yang baru mulai mengenal fotografi serta ingin berkompromi
dengan dompet, opsi ini lebih memenuhi kebutuhan dan lebih terjangkau.
3. Enak
Dibawa Traveling, saat
traveling kita ingin menikmati perjalanan namun juga ingin tetap memotret.
Dalam situasi ini, lensa zoom adalah sahabat sejati. Dengan lensa zoom, kita
bisa memotret sebuah subyek menarik tanpa harus kerepotan mendekat atau
menjauh. Cobalah traveling dengan lensa 18-200mm, maka kita bisa bermalasan
memotret dari tempat kita berdiri. Dari obyek yang jauh sampai obyek yang dekat
semua hampir tercover. Dengan lensa prime kita harus berjalan mendekat (atau menjauh)
supaya obyek tadi pas masuk di frame.
4.
Kualitas Optik Lensa Zoom Kelas Pro Tidak Kalah Jauh Dengan Prime, pernah memakai lensa 24-70mm f/2.8 VR
II punya Nikon? atau 70-200mm f/2.8 IS II punya Canon? kedua lensa ini diakui
adalah lensa super tajam dan handal dan banyak dipakai fotografer pro. Apalagi
dengan tambahan fitur macam stabilisasi getaran (IS/VR) dimana kita bisa
menghemat beberapa stop, maka
aperture maksimal yang hanya f/2.8 bisa diakali dengan IS/VR. Tambahkan ini
dengan fakta bahwa lensa prime 24mm f/1.4, meskipun kualitasnya lebih superior
namun harganya nyaris sama dengan lensa 24-70mm tadi.
5. Lensa
Khusus Kamera Crop Lebih Banyak Zoom,
dipasaran mayoritas lensa khusus kamera APSC adalah lensa zoom, kecuali mungkin
lensa dengan kegunaan khusus. Lensa khusus crop biasanya ditandai dengan EF-S
(canon), DX (Nikon) atau DC (Sigma), lensa ini banyak tersedia sampai di kota
kecil dan harganya sangat terjangkau karena memang dirancang untuk dipakai di
kamera yang dipakai pemula dan semi-pro.
6. Lensa
Zoom Adalah Kompromi Yang Cukup Masuk Akal, tidak semua orang butuh aperture maksimum sampai f/1.4,
kalau anda banyak memotret landscape anda justru akan lebih banyak menggunakan
f/8 sampai f/16. Sementara sembari menggemari landscape (20mm atau kurang),
anda juga masih tetap ingin sesekali membuat foto portrait teman atau anak anda
(50mm atau lebih). Dalam situasi ini, kompromi kerap menjadi pilihan mayoritas
orang dan lensa zoom adalah solusinya. Belum lagi saat memakai prime kita
kadang harus menggonta-ganti lensa di tengah pemotretan, kecuali memakai 2
kamera di tangan.
Beberapa Kekurangan Lensa
Zoom Dibandingkan Lensa Prime
Selain keistimewaan lensa prime yang bisa
anda baca disini, berikut beberapa tambahan:
1.
Aperture Maksimal Yang Berubah, mengenai ini dibahas
di artikel berikut, silahkan dibaca ya.
2. Lensa Zoom
Berkualitas Itu Berat dan Besar,
lensa Nikon 70-200mm VR II memang bagus, namun tahukah anda kalau beratnya
sekitar 1,5 Kg. Bandingkan dengan lensa Nikon 85mm f/1.4G yang hanya
sepertiganya (0,5 Kg) atau lensa Canon 135mm f/2 L yang hanya separuhnya (sekitar
0,75 Kg). Kalau anda fotografer portrait atau fashion dan bekerja seharian
mengangkat lensa ini (plus kamera yang mencapai 1 Kg beratnya), besar
kemungkinan anda lebih suka bekerja dengan kedua lensa prime barusan.
3. Bokeh,
low light dan DOF, dipasaran
hampir tidak ada lensa zoom yang memiliki aperture maksimal lebih besar dari
f/2.8 (kecuali lensa untuk kamera pocket, super zoom atau mungkin four third).
Ini artinya, dari segi bokeh, kontrol depth of field serta kinerja di kondisi
minim cahaya lensa zoom masih tertinggal dari prime. Lensa prime saat ini sudah
banyak yang memiliki aperture maksimal di angka f/1.4 atau bahkan beberapa di
f/1.2, dan ini adalah fitur yang dicari oleh mereka yang serius.
4. Lensa
Super Tele hampir Tidak Ada Yang Zoom,
lensa dengan focal length 400mm atau lebih panjang hampir tidak pernah
diproduksi varian zoom-nya. memproduksi lensa zoom super tele dipastikan
menghasilkan lensa yang sangat berat, raksasa dan harganya tidak terjangkau.
Jadi, Lensa Prime atau Zoom?
Kembali lagi
ke pertanyaan ini. Jalan paling aman bagi anda yang baru memulai adalah
mengkombinasi keduanya namun tetap disesuaikan dengan budget. Saat baru pertama
kali membeli kamera, membeli paket lensa zoom kit yang dijual bersama kamera
adalah pilihan awal bijaksana.
Sebagai
ilustrasi, paket kit kamera EOS 600D + lensa 18-55mm dijual dengan harga Rp.
6.3 Juta, sementara kalau anda membeli kamera 600D body only harganya Rp. 5.8
Juta. Jadi lensa 18-55mm kit dalam paket kit hanya dihargai Rp. 500 ribu (murah
sekali bukan?).
Selain karena
lebih murah, juga karena kita bisa mengeksplorasi beragam focal length yang
mungkin menarik, dari lebar (18mm misalnya) sampai mendekati tele (70mm). Kalau
anda juga ingin merasakan keistimewaan lensa prime, anda bisa membeli lensa 50mm f/1.8 yang fantastis namun sangat terjangkau, atau memilih lensa dengan focal
length standar yang
sesuai.
Saat visi, jam
terbang dan kemampuan bertambah, lensa zoom kit yang seharga Rp. 500 ribu tadi
akan mulai membuat gerah dan bosan. Ini ditambah kemungkinan besar anda kini
mulai tahu spesialisasi mana yang merupakan panggilan jiwa dan paling menarik,
sehingga bisa mulai membuat prioritas. Kalau anda ingin fokus di landscape,
maka pilihan langkah berikutnya akan mengerucut pada lensa zoom sudut lebar
atau lensa prime sudut lebar lebar. Dalam hal ini anda sudah tahu konsekuensi
masing-masing pilihan antara zoom dan prime seperti diulas disepanjang artikel
ini.
Komentar
Posting Komentar