Tips Memotret Rumah Yang Menarik
Fotografi merupakan salah satu
bentuk seni rupa yang kebanyakan orang menganggapnya mudah, sampai mereka
mencobanya sendiri. ketika kita berusaha mendapatkan gambar rumah yang cantik
entah itu untuk blog atau kita sedang menjual rumah, maka kita akan tahu betapa
sulitnya mendapatkan gambar tersebut. Berikut adalah rangkuman dari beberapa
fotografer houzz tentang bagaimana cara mendapatkan gambar rumah yang cantik.
1. Cahaya
Waktu terbaik untuk memotret baik
interior maupun eksterior adalah matahari dari timur di pagi hari, dan sinar
matahari dari sisi barat di sore hari. Untuk pencahayaan yang baik usahakan
membatasi area terlalu gelap dan terlalu terang, sehingga kita perlu
menambahkan cahaya pada area gelap dan mengurangi cahaya diarea yang terlalu
terang(bila memungkinkan). Waktu senja dan fajar sangat disarankan untuk
eksterior dimana langit akan nampak kaya warna. Senja juga banyak digunakan
karena dengan mudah kita dapat menyeimbangkan cahaya interior dan eksterior. Cahaya
buatan bisa digunakan untuk menyeimbangkan dengan cahaya alami untuk
mengendalikan kontras. Jika ada area yang nampak gelap maka cahaya buatan bisa
dimanfaatkan. Untuk mendapatkan cahaya yang optimal kita juga perlu bersabar
menunggu kareana disuatu waktu ruangan-ruangan akan mendapatkan pencahayaan
optimal, dan dengan masuknya cahaya melalui jendela-jendela akan membuat
perbedaan yang berarti. Tentu tidak ada aturan baku bagaimana harus
membidik interior. Memilih hari dengan cuaca cerah mampu menghasilkan
pencahayaan yang baik terutama untuk eksterior.
2. Fokus
Usahakan untuk menghindari over
expose atau under expose. Gunakan bukaan aperture kecil agar lebih banyak area
yang tampil tajam seperti f/16 atau f/22. Tripod merupakan aksesori wajib
karena bisa jadi didalam ruangan akan minim cahaya dan membutuhkan penggunaan
shutter speed lambat. Lensa wide angle yang berkualitas tentu akan menghasilkan
gambar lebih baik dibandingkan dengan lensa focal length standar dan juga
kualitas yang biasa-biasa.
Umumnya fotorgafer seperti David
Churchill menggunakan cahaya alami dengan shutter speed sekitar 1 sd. 20 detik
dengan aperture f/16 untuk kondisi dalam ruangan, sedangkan kondisi luar
ruangan menggunakan shutter speed 1/60 aperture f/16. Depth of field merupakan
area fokus dalam gambar dari depan ke belakang, dan umumnya kita akan berusaha
menampilkannya setajam mungkin, namun bila ingin menonjolkan sesuatu dalam
ruangan maka bisa menggunakan depth of field yang sempit.
3. Komposisi
Trik dari matthew william adalah
untuk mengambil foto sebanyak mungkin dari berbagai sudut dan pencahayaan yang
berbeda sebagai test. Gunakan saja ISO tinggi serta resolusi rendah karena
gambar2 tersebut memang tidak untuk digunakan. Kemudian periksa beberapa gambar
terbaik, dan ulangi untuk menghasilkan gambar kualitas tinggi untuk sudut
tersebut. Menyusun komposisi bukan perkaran mudah karena kita perlu menyeleksi
mana area yang masuk atau dikeluarkan dari frame. Ketika menyusun komposisi
dalam ruangan mulailah dengan area yang senada/memiliki satu warna senada
kemudian tambahkan aksen dan bandingkann benda benda lain sebagai alternatif
aksen yang lebih baik. Jika kita ingin menyertakan manusia atau hewan
peliharaan usahakan agar tidak mengalihkan fokus, sehingga fokus utama tetap
pada ruangan yang ingin kita tampilkan. Menusia dari samping atau sedang
melakukan sesuatu, atau hewan yang sedang berjalan di area dalam rumah secara
natural bisa saja kita sertakan. Gunakan pula kamera dengan sudut rendah, untuk
menguatkan kesan bahwa viewer sedang berada/duduk di kursi dalam sebuah gambar.
Bila kita menggunakan sudut tinggi maka bentuk kursi atau meja akan terdistorsi
dan akan nampak lucu, jauh berbeda dengan sudut rendah setara dengan ketinggian
furnitur.

Komentar
Posting Komentar